{"id":23127,"date":"2026-05-07T14:57:05","date_gmt":"2026-05-07T07:57:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/?p=23127"},"modified":"2026-05-07T14:59:38","modified_gmt":"2026-05-07T07:59:38","slug":"general-cargo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/general-cargo\/","title":{"rendered":"General Cargo: Jenis, Contoh, &#038; Mengapa Gunakan GP Container"},"content":{"rendered":"<p>General cargo adalah jenis kargo yang paling umum beredar, bukan tergolong kargo curah, dan dikemas sebagai barang-barang terpisah, seperti paket, peti, palet, tong, ataupun kotak. Itu berarti general cargo secara teknis merujuk pada barang yang dapat dihitung, ditimbang, dan dipindahkan sebagai satu unit atau tersendiri.<\/p>\n<p>Baran-barang, seperti elektronik, tekstil, furnitur, hingga suku cadang mesin, yang dikemas secara terpisah lalu dimuat ke kapal, truk, kereta, ataupun pesawat untuk dikirimkan ke tujuan akhir termasuk dalam jenis general cargo.<\/p>\n<p>Inilah yang membedakan general cargo dari bulk cargo yang diangkut dalam jumlah besar tanpa kemasan. Kargo curah, seperti batu bara atau biji-bijian, ditangani dalam ukuran volume besar tanpa kemasan.<\/p>\n<p>Bentuk dan ukuran muatan general cargo yang bervariasi antara satu kiriman dan kiriman lainnya membuat proses bongkar muat memerlukan penanganan satu per satu, baik menggunakan forklift, crane, maupun tenaga manual terlatih.<\/p>\n<p>Dalam konteks perdagangan internasional, general cargo sering kali diangkut bersama-sama dalam satu kontainer atau kendaraan meski berasal dari pengirim berbeda. Metode ini dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/lcl-container-dan-fcl-container\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Less-than-Container-Load (LCL)<\/a>, yang memungkinkan bisnis skala kecil dan menengah mengirim barang secara efisien tanpa harus memenuhi seluruh kapasitas kontainer.<\/p>\n<h2><strong>Jenis-Jenis General Cargo dan Contohnya<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_12322\" aria-describedby=\"caption-attachment-12322\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12322\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-scaled.jpg\" alt=\"EMKL Adalah Arti, 7 Peran dan Jenisnya\" width=\"2560\" height=\"1706\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-scaled.jpg 2560w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-750x500.jpg 750w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/EMKL-Adalah-Arti-7-Peran-dan-Jenisnya-2-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12322\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/aerial-view-container-cargo-ship-sea_13180320.htm#fromView=search&amp;page=1&amp;position=47&amp;uuid=6a71729a-41f6-404b-8822-19ac16b4e3d9\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Freepik<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak semua general cargo diperlakukan dengan cara yang sama. Ada beberapa jenis general cargo yang didasarkan pada cara pengemasan dan penanganannya.<\/p>\n<h3><strong>1. Containerized Cargo (Kargo Dalam Kontainer)<\/strong><\/h3>\n<p>Ini adalah jenis general cargo yang paling umum. Barang dikemas dalam kontainer pengiriman standar berukuran 20 feet atau 40 feet. Jenis ini biasanya sudah dipaletisasi atau dimasukkan ke dalam kotak untuk kemudahan muat dan transfer antarmoda transportasi.<\/p>\n<p>Contoh muatan general cargo jenis ini adalah smartphone, televisi, pakaian jadi, makanan kemasan, peralatan rumah tangga kecil, serta berbagai barang konsumsi ekspor impor.<\/p>\n<h3><strong>2. Break-Bulk Cargo<\/strong><\/h3>\n<p>Jenis general cargo ini mencakup barang-barang yang tidak bisa masuk ke dalam kontainer standar sehingga harus ditangani satu per satu. Bongkar muat break-bulk cargo sering kali menggunakan crane atau peralatan berat.<\/p>\n<p>Contoh break-bulk cargo adalah mesin-mesin berat, peralatan konstruksi, pipa berukuran besar, kendaraan industri, dan komponen industri oversized.<\/p>\n<h3><strong>3. Palletized Cargo (Kargo Berpal\u0435t)<\/strong><\/h3>\n<p>Barang ditumpuk di atas palet dan diamankan dengan tali pengikat atau stretch film agar mudah diangkat dengan forklift. Jenis ini sangat efisien untuk pergudangan modern.<\/p>\n<p>Contoh palletized cargo adalah minuman botolan, makanan ringan kemasan, sepatu dalam kotak, serta barang rumah tangga berukuran kecil hingga menengah.<\/p>\n<h3><strong>4. Neo-Bulk Cargo<\/strong><\/h3>\n<p>Jenis kargo semi-curah yang tidak dikemas dalam kotak kecil, tetapi juga tidak sepenuhnya longgar seperti biji-bijian. Contoh neo-bulk cargo adalah gulungan baja (steel coils), kayu gelondongan dalam bundel, gulungan kertas, serta pipa dalam ikatan.<\/p>\n<h3><strong>5. Kargo Konsolidasi<\/strong><\/h3>\n<p>Kiriman berukuran kecil dari beberapa pengirim berbeda yang digabungkan dalam satu unit transportasi (kontainer LTL atau groupage container). Ini solusi paling hemat biaya untuk bisnis yang belum bisa memenuhi satu kontainer penuh.<\/p>\n<p>Contoh kargo konsolidasi adalah kombinasi tekstil, suku cadang mesin kecil, elektronik, dan barang ritel yang dikirim bersamaan dalam satu kontainer.<\/p>\n<h2><strong>General Cargo vs Bulk Cargo, Cek Perbedaannya<\/strong><\/h2>\n<p>Sering kali dua istilah ini membingungkan. Padahal, perbedaan antara general cargo dan bulk cargo sangat mendasar baik dari sisi kemasan, cara penanganan, hingga biaya pengiriman.<\/p>\n<h3><strong>1. Kemasan dan Sifat Barang<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo selalu hadir dalam kemasan individual seperti kotak, peti, palet, drum, atau kontainer. Setiap unit bisa dihitung dan dilacak secara terpisah. Contoh: elektronik, pakaian, furnitur, suku cadang mesin, makanan kemasan.<\/p>\n<p>Bulk cargo diangkut dalam volume besar tanpa kemasan sebagai barang sejenis yang tidak terbagi. Contoh: biji gandum, batu bara, bijih besi, pasir, semen, minyak mentah (liquid bulk).<\/p>\n<h3><strong>2. Cara Penanganan dan Pemuatan<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo memerlukan penanganan per unit menggunakan forklift, crane, atau pallet jack. Setiap paket atau palet diproses satu per satu.<\/p>\n<p>Bulk cargo dimuat dan dibongkar sebagai muatan berkelanjutan menggunakan conveyor belt, grab, pompa, atau chute. Tidak ada penanganan per unit.<\/p>\n<h3><strong>3. Transportasi dan Peralatan<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo sangat fleksibel dan bisa diangkut via kapal general cargo atau kontainer, truk, kereta api, ataupun pesawat. Kontainer dan palet adalah alat pendukung utamanya.<\/p>\n<p>Bulk cargo membutuhkan kapal atau kendaraan khusus, seperti bulk carrier, tanker, truk pneumatik, atau gerbong hopper dengan palka besar atau tangki terbuka.<\/p>\n<h3><strong>4. Struktur Biaya<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo memiliki biaya penanganan per unit yang lebih tinggi karena proses pengemasan, pelabelan, dan pemuatan individual. Namun, cargo ini lebih fleksibel untuk pengiriman campuran atau volume kecil.<\/p>\n<p>Bulk cargo jauh lebih murah per ton untuk komoditas volume besar karena tidak ada kemasan. Cocok untuk bahan baku homogen dalam skala industri besar.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Aspek<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><strong>General Cargo<\/strong><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bulk Cargo<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kemasan<\/td>\n<td>Terkemas (kotak, palet, kontainer)<\/td>\n<td>Tidak dikemas, longgar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penanganan<\/td>\n<td>Bongkar muat per unit dengan forklift\/crane<\/td>\n<td>Menggunakan conveyor, pompa, grab<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Contoh barang<\/td>\n<td>Elektronik, pakaian, furnitur, mesin<\/td>\n<td>Biji-bijian, batu bara, bijih, semen, minyak<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Mode transportasi<\/td>\n<td>Multimoda (kapal, truk, kereta, pesawat)<\/td>\n<td>Bulk carrier, tanker, truk khusus<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya<\/td>\n<td>Lebih tinggi per unit karena kemasan<\/td>\n<td>Lebih rendah per ton untuk volume besar<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><strong>Mengapa Gunakan General Purpose (GP) Container untuk Ekspedisi General Cargo?<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14241\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-scaled.jpg\" alt=\"Beli General Purpose Container di Tradecorp\" width=\"2560\" height=\"1843\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-scaled.jpg 2560w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-300x216.jpg 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-1024x737.jpg 1024w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-768x553.jpg 768w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-1536x1106.jpg 1536w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-2048x1475.jpg 2048w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-120x86.jpg 120w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-750x540.jpg 750w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Beli-General-Purpose-Container-di-Tradecorp-1140x821.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>Ketika berbicara soal general cargo container, pilihan paling umum dan paling efisien adalah <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/general-purpose-container-id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">General Purpose (GP) Container<\/a> atau yang juga disebut dry container. Ini bukan kebetulan. Ada alasan mengapa GP container menjadi standar pengangkutan dan pengiriman general cargo.<\/p>\n<h3><strong>1. Memang Dirancang untuk General Cargo<\/strong><\/h3>\n<p>GP container dibangun untuk membawa barang kering non-perishable dalam kotak, peti, palet, karung, atau drum.<\/p>\n<h3><strong>2. Tahan Cuaca dan Aman dari Pencurian<\/strong><\/h3>\n<p>Dengan dinding solid, lantai baja, dan atap tertutup rapat, GP container memberikan perlindungan penuh dari hujan, debu, dan risiko pencurian selama perjalanan laut, darat, ataupun kereta. Penting untuk pengiriman mixed cargo yang mencakup elektronik, tekstil, furnitur, dan mesin ringan.<\/p>\n<h3><strong>3. Terstandar dan Mudah Ditangani<\/strong><\/h3>\n<p>GP container hadir dalam ukuran standar internasional: 20 kaki dan 40 kaki. Kontainer ini kompatibel dengan crane pelabuhan, truk, chassis, dan kapal peti kemas. Ini membuat proses booking, pemuatan, dan transfer antarmode bisa diprediksi dan efisien.<\/p>\n<h3><strong>4. Hemat Biaya dan Mudah Didapatkan<\/strong><\/h3>\n<p>Karena GP container adalah jenis yang paling banyak beredar di dunia, harga sewa ataupun belinya jauh lebih kompetitif dibandingkan kontainer khusus. Selama muatan Anda tidak oversized, superberat, atau membutuhkan kondisi khusus seperti pendinginan, GP container adalah pilihan paling ekonomis.<\/p>\n<h3><strong>5. Fleksibel untuk Muatan Campuran<\/strong><\/h3>\n<p>Satu GP container bisa memuat berbagai jenis barang kemasan sekaligus, misalnya saja kotak elektronik plus palet tekstil dalam satu pengiriman. Ini sangat cocok untuk struktur kiriman general cargo, baik dalam format LCL (Less-than-Container-Load) maupun <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/full-container-load\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FCL (Full-Container-Load)<\/a>.<\/p>\n<h2><strong>Beli General Purpose Container Di Tradecorp, Apa Keuntungannya?<\/strong><\/h2>\n<p>Tradecorp Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya untuk kebutuhan GP container Anda, baik untuk pengiriman maupun kebutuhan bisnis lainnya. Berikut ini alasannya mengapa Anda memilih Tradecorp:<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Stok lengkap dan siap kirim. <\/strong>Tradecorp menyediakan GP container 20 feet dan 40 feet dalam kondisi baru ataupun bekas berkualitas tinggi. Tidak perlu menunggu berminggu-minggu karena unit tersedia dan bisa langsung dikirim ke lokasi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Proses order yang mudah dan transparan. <\/strong>Tidak ada koordinasi manual yang rumit. Dari request penawaran hingga pengiriman, prosesnya dirancang efisien dan mudah dipantau. Anda bisa tahu status kontainer Anda kapan saja.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Fleksibel untuk beli atau sewa. <\/strong>Butuh kontainer untuk proyek jangka pendek? Sewa adalah jawabannya. Untuk kebutuhan jangka panjang atau aset tetap, opsi beli tersedia dengan harga kompetitif.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Layanan modifikasi tersedia. <\/strong>Kalau GP container perlu dimodifikasi untuk kebutuhan khusus, seperti penambahan ventilasi, pintu samping, atau partisi internal, tim Tradecorp siap mengerjakan sesuai spesifikasi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Jaringan dan pengalaman luas.<\/strong> Tradecorp telah melayani berbagai sektor industri di Indonesia dengan standar internasional. Kepercayaan dibangun dari rekam jejak nyata, bukan sekadar klaim.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n<h3><strong>Apa perbedaan general cargo dan bulk cargo?<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo dikemas secara individual dan ditangani per unit. Bulk cargo dikirim tanpa kemasan dalam volume besar. General cargo membutuhkan forklift atau crane per unit. Di sisi lain, bulk cargo menggunakan conveyor, pompa, atau grab.<\/p>\n<h3><strong>Apa itu general cargo ship?<\/strong><\/h3>\n<p>General cargo ship adalah kapal yang dirancang untuk mengangkut berbagai jenis barang yang terkemas. Ada dua tipe utama: kapal general cargo konvensional dengan palka terbuka dan crane bawaan, serta container ship modern yang mengangkut kontainer standar secara masif.<\/p>\n<h3><strong>Apa saja contoh muatan general cargo?<\/strong><\/h3>\n<p>Contoh muatan general cargo yang paling umum meliputi elektronik (smartphone, laptop, TV), pakaian dan tekstil, furnitur, peralatan rumah tangga, suku cadang mesin, makanan kemasan, bahan bangunan standar, dan barang konsumsi lainnya yang tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus.<\/p>\n<h3><strong>Kenapa menggunakan general purpose container untuk ekspedisi general cargo?<\/strong><\/h3>\n<p>General Purpose (GP) container adalah pilihan default untuk general cargo karena tahan cuaca, terstandar secara global, biayanya paling kompetitif, dan tersedia paling luas. Selama barang tidak membutuhkan refrigerasi, pengamanan khusus, atau dimensi non-standar, GP container adalah opsi paling efisien dan praktis.<\/p>\n<h3><strong>Berapa ukuran kontainer general cargo yang tersedia?<\/strong><\/h3>\n<p>Ukuran paling umum adalah 20 kaki (20ft) dan 40 kaki (40ft). Ada juga varian 40 High Cube (40 HC) untuk barang dengan volume besar namun bobot ringan.<\/p>\n<h3><strong>Di mana bisa beli atau sewa general purpose container di Indonesia?<\/strong><\/h3>\n<p>Tradecorp Indonesia menyediakan GP container 20ft dan 40ft untuk jual dan sewa dengan stok siap kirim, proses mudah, dan layanan modifikasi sesuai kebutuhan. Anda bisa menghubungi tim Tradecorp langsung untuk mendapatkan penawaran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>General cargo adalah jenis kargo yang paling umum beredar, bukan tergolong kargo curah, dan dikemas sebagai barang-barang terpisah, seperti paket, peti, palet, tong, ataupun kotak. Itu berarti general cargo secara teknis merujuk pada barang yang dapat dihitung, ditimbang, dan dipindahkan sebagai satu unit atau tersendiri. Baran-barang, seperti elektronik, tekstil, furnitur, hingga suku cadang mesin, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":6565,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"2","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[],"class_list":["post-23127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23128,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23127\/revisions\/23128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}