{"id":7108,"date":"2023-07-21T14:27:53","date_gmt":"2023-07-21T07:27:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blog.kontainerindonesia.co.id\/?p=7108"},"modified":"2024-12-18T14:20:36","modified_gmt":"2024-12-18T07:20:36","slug":"bisnis-homestay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/bisnis-homestay\/","title":{"rendered":"7 Tips Bisnis Homestay Kekinian yang Menguntungkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis homestay dapat menjadi sebuah alternatif bagi Anda yang ingin menghasilkan keuntungan dari properti Anda. Ketimbang rumah atau bangunan dibiarkan begitu saja, tak ada salahnya mengembangkannya jadi akomodasi wisatawan. Contohnya, bisnis homestay di Jogja jadi ladang bisnis yang menjanjikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis homestay memiliki pengertian sebagai sebuah sektor usaha penginapan dengan menyewakan satu kamar atau satu lantai penuh kepada tamu, pengunjung, turis atau wisatawan. Penginapan ini berbeda dari jenis lainnya karena pemilik masih tinggal dalam satu lingkup atau atap yang sama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para tamu yang menginap dapat bergabung dengan pemilik bisnis homestay yang kebanyakan berasal dari masyarakat lokal. Salah satu ciri khas homestay yaitu masih memiliki harga yang relatif lebih murah, sekaligus Anda dapat berbaur lebih dekat dengan budaya setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia memiliki banyak tempat destinasi wisata yang menarik mulai dari religi, bahari, budaya, alam, kuliner, dll. Tak heran jika bisnis homestay di Jogja, Bali, Aceh, dan daerah lainnya menjadi peluang usaha di sektor pariwisata.<\/span><\/p>\n<h2><b>7 Tips Bisnis Homestay<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_7112\" aria-describedby=\"caption-attachment-7112\" style=\"width: 1158px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-7112\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2-300x300.jpeg\" alt=\"tips bisnis homestay\" width=\"1158\" height=\"1158\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2-300x300.jpeg 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2-150x150.jpeg 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2-75x75.jpeg 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2-350x350.jpeg 350w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-2.jpeg 640w\" sizes=\"(max-width: 1158px) 100vw, 1158px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7112\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : <a href=\"https:\/\/pin.it\/6s6AlZr\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Pinterest<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang ingin mencoba peruntungan di sektor pariwisata, membuka bisnis homestay menjadi peluang yang menarik. Berikut beberapa tips yang dapat Anda\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Memilih Lokasi yang Tepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi menjadi hal penting yang akan mempengaruhi kesuksesan bisnis homestay Anda. Memilih lokasi homestay yang mudah diakses, berada dekat dengan tempat kuliner, perbelanjaan serta pusat wisata maka akan menjadi nilai tambah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuka bisnis homestay di lokasi yang salah akan membuat Anda tidak mendapatkan keuntungan. Riset tempat terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan sebelum memulai usaha ini. Jika lokasi rumah Anda berada jauh dari pusat wisata, mungkin Anda dapat menawarkan layanan transportasi bagi para tamu untuk menarik minat.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Menetapkan Target Pasar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan target pasar dari bisnis homestay Anda sebelum sepenuhnya memulai usaha ini. Siapa yang akan menginap di homestay Anda? Apakah keluarga, backpacker, turis asing, dll. Dengan target pasar yang jelas, Anda dapat menentukan konsep homestay. Contohnya untuk backpacker, maka kamar kecil dengan luas standar dapat menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk keluarga umumnya terdiri dari dua orang atau lebih, maka ruangan kamar yang besar dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Terapkan Konsep dan Desain Homestay yang Unik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tips memulai bisnis homestay selanjutnya yaitu dengan menerapkan desain serta konsep akomodasi yang unik dan berkesan. Misalnya, desain budaya dan sejarah lokal dapat menjadi referensi dekorasi yang sekaligus menambah pengetahuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Lengkapi Fasilitas yang Memadai<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis homestay yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas dapat memberikan pengalaman berkesan bagi pelancong. Beberapa fasilitas pendukung seperti toilet, tempat ibadah, peralatan dapur, tempat makan merupakan hal penting yang dibutuhkan tamu. Tingkat kenyamanan yang tinggi dapat membuat pengunjung betah dan memilih homestay Anda untuk perjalanan selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Melengkapi Perizinan Usaha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuka bisnis homestay membutuhkan perizinan baik komersial atau usaha. Dengan melengkapi izin usaha ini, maka pengunjung akan memiliki rasa aman tinggal di tempat Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk perizinan yang paling sederhana yaitu mendapatkan persetujuan dari warga setempat. Selanjutnya, dapatkan izin dari dinas yang bersangkutan atau pariwisata di daerah Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Melakukan Pemasaran\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan bisnis homestay yang sukses dibutuhkan marketing yang tepat. Desain, konsep, atau dekorasi yang bagus sekalipun akan tidak berguna bila konsumen tidak mengetahui homestay Anda. pengenalan bisnis homestay dapat dimulai dengan mengandalkan media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat promosi menarik untuk menginap di homestay Anda dan sebarkan itu di media sosial. Selain itu, Anda dapat bekerja sama dengan situs platform penginapan untuk untuk mendapatkan pengunjung lebih banyak.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Menyediakan Modal\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buka bisnis homestay membutuhkan perencanaan modal yang matang. Jumlah banyak atau sedikitnya modal ditentukan dari konsep, desain, penambahan modifikasi atau renovasi, serta fasilitas yang akan diaplikasikan pada homestay. Buatlah bisnis homestay yang sesuai dengan anggaran yang Anda tentukan agar tidak membuat Anda terbebani.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca Juga: <\/span><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/bisnis-frozen-food\/\"><b>3 Keuntungan Bisnis Frozen Food di Masa Pandemi<\/b><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Alasan Menjalankan Bisnis Homestay<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_7111\" aria-describedby=\"caption-attachment-7111\" style=\"width: 1172px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-7111\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-1-e1689924444475-300x224.jpeg\" alt=\"alasan menjalankan bisnis homestay\" width=\"1172\" height=\"875\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-1-e1689924444475-300x224.jpeg 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-1-e1689924444475-768x573.jpeg 768w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-1-e1689924444475-750x559.jpeg 750w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/7-Tips-Bisnis-Homestay-Kekinian-yang-Menguntungkan-1-e1689924444475.jpeg 1077w\" sizes=\"(max-width: 1172px) 100vw, 1172px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7111\" class=\"wp-caption-text\">Sumber : <a href=\"https:\/\/pin.it\/4qE7HHO\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Pinterest<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang saat ini lebih memilih liburan daripada berbelanja. Liburan yang menantang, berkesan, dan tetap dapat menghemat budget menjadi incaran banyak wisatawan. Beberapa lokasi wisata yang terpencil menyuguhkan keindahan alam yang tiada duanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, untuk menjangkau lokasi tersebut dibutuhkan perjuangan. Tak heran jika disekitar tempat wisata tersebut tidak ada hotel yang memadai. Bisnis homestay yang nyaman dan aman dapat berpotensi menjadi tempat istirahat para pelancong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis homestay dilirik oleh pemilik properti karena potensi keuntungan yang cukup menjanjikan. Ekonomi akan meningkat di ranah masyarakat lokal, sehingga Anda dapat menaikkan standar hidup. Dengan mendesain rumah warga senyaman mungkin, ini menjadi peluang kerja baru bagi penduduk setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah ulasan seputar bisnis homestay. Bagi Anda yang tertarik untuk membuka usaha ini, pertimbangkan lokasi yang strategis. Anda dapat memanfaatkan <\/span><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">container <\/span><\/a><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">modular <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">sebeagai bentuk banguanan homestay dilokasi yang sulit diakses. Dengan bentuk yang unik, bangunan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/portacamp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">portacamp<\/a> modular ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Baca Juga:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/medan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Menjelajahi Medan Dari Potensi Bisnis Hingga Wisata Popular!<\/b><\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/qubika-hotel-serpong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Qubika Hotel Serpong, Hotel Kontainer Unik di Tangerang<\/b><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<h2><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3><b>Homestay Kena Pajak Apa?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa pajak yang dikenakan kepada pemilik homestay yaitu pajak hotel dengan nilai maksimal hingga 10 persen, pajak bumi dan bangunan, pajak penerangan jalan, hingga penggunaan air tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Homestay Termasuk Jenis Usaha Apa??<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Homestay tergolong dalam usaha perorangan yang hampir tidak dilengkapi dengan sistem manajemen. Rumah tinggal disewakan dengan penataan fasilitas layaknya sebuah penginapan, dan memiliki tujuan untuk menghasilkan uang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Apa Beda Homestay Dengan Guest House?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beda homestay dengan guest house yaitu guesthouse menyerupai hotel, sedangkan homestay berbentuk rumah atau model tempat tinggal lainnya, dimana pemilik hunian tersebut menyewakan ruangan atau kamar kepada calon tamu. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis homestay dapat menjadi sebuah alternatif bagi Anda yang ingin menghasilkan keuntungan dari properti Anda. Ketimbang rumah atau bangunan dibiarkan begitu saja, tak ada salahnya mengembangkannya jadi akomodasi wisatawan. Contohnya, bisnis homestay di Jogja jadi ladang bisnis yang menjanjikan. Bisnis homestay memiliki pengertian sebagai sebuah sektor usaha penginapan dengan menyewakan satu kamar atau satu lantai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7113,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"footnotes":""},"categories":[489],"tags":[],"class_list":["post-7108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7108"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7108\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}