{"id":8815,"date":"2023-12-07T14:56:56","date_gmt":"2023-12-07T07:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blog.kontainerindonesia.co.id\/?p=8815"},"modified":"2026-04-09T14:13:46","modified_gmt":"2026-04-09T07:13:46","slug":"suhu-chiller-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/suhu-chiller-yang-baik\/","title":{"rendered":"Standar Suhu Chiller dan Freezer HACCP untuk Simpan Makanan"},"content":{"rendered":"<p>Suhu chiller yang baik adalah suhu yang dapat mencegah bakteri atau mikroorganisme agar tidak berkembang biak sehingga bahan makanan, sayur, buah, dan minuman tidak mudah rusak ataupun cepat busuk.<\/p>\n<p>Biasanya orang-orang memfungsikan chiller untuk mendinginkan makanan dan minuman tanpa harus membekukannya. Chiller juga bekerja untuk menjaga kelembapan lebih rendah daripada refrigerator.<\/p>\n<p>Banyak muatan yang dapat disimpan di dalam chiller, seperti sayur, buah, daging matang, salad, produk dairy, selai, mayonnaise, dan saus botolan. Selain itu, chiller juga berguna untuk menyimpan bahan-bahan dapur<\/p>\n<p>Chiller dan freezer memiliki perbedaan. Chiller bekerja untuk mendinginkan muatan yang tersimpan. Sementara freezer bekerja untuk membekukan makanan. Chiller mampu mendinginkan suhu\u00a0 2\u00b0C hingga 10\u00b0C. Sementara freezer dapat membekukan di suhu\u00a0 0\u00b0C hingga -23\u00b0C.<\/p>\n<p>Dari cara kerjanya tersebut, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/ruangan-chiller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">chiller<\/a> direkomendasikan untuk menyimpan makanan yang langsung segera dikonsumsi atau dijual, seperti buah-buahan, sayuran, adonan kue, dan kue basah. Penggunaan freezer ditujukan untuk penyimpanan makanan yang cepat rusak, seperti daging sapi, daging ayam, dan susu.<\/p>\n<p>Pemakaian chiller menguntungkan untuk penyimpanan bahan makanan, buah, hingga sayuran karena tak mengubah rasa dan tekstur makanan. Sementara pemakaian freeze memberi keuntungan karena suhu rendahnya bisa menghambat perkembangan jamur dan bakteri.<\/p>\n<p>Keuntungan chiller dalam menjaga kualitas makanan tentu saja bergantung pada pengaturan suhu chiller yang baik. Cek informasinya lebih lanjut dalam ulasan berikut ini!<\/p>\n<h2><strong>Standar Suhu Chiller dan Freezer HACCP<\/strong><\/h2>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Perangkat<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<th>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Standar Suhu HACCP<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Chiller (Pendingin)<\/td>\n<td>\u22645\u00b0C (optimal: 0\u00b0C hingga 4\u00b0C)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Freezer (Pembeku)<\/td>\n<td>\u2264-18\u00b0C (optimal: -18\u00b0C hingga -20\u00b0C)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pedoman HACCP menetapkan suhu chiller maksimal 5\u00b0C untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya pada makanan. Freezer harus dijaga minimal -18\u00b0C untuk membekukan dan mengawetkan produk dalam jangka panjang.<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Standar Suhu HACCP?<\/strong><\/h2>\n<p>HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) adalah sistem internasional untuk memastikan keamanan pangan. Standar suhu ditetapkan sebagai titik kendali kritis untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.<\/p>\n<p><strong>Dua standar suhu utama dalam HACCP:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Suhu chiller: \u22645\u00b0C<\/strong>, mencegah bakteri berkembang biak pada makanan segar.<\/li>\n<li aria-level=\"1\"><strong>Suhu freezer: \u2264-18\u00b0C<\/strong>, menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur sepenuhnya.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Pemantauan suhu wajib dilakukan minimal 2 kali sehari dan dicatat dalam formulir.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Jika suhu chiller &gt;5\u00b0C atau freezer &gt;-15\u00b0C, segera periksa unit dan pindahkan produk.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Standar Suhu Chiller yang Baik Berdasarkan Muatannya<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8826 size-full\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya.webp\" alt=\"Standar Suhu Chiller yang Baik Berdasarkan Muatannya\" width=\"600\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya.webp 600w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya-300x300.webp 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya-150x150.webp 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya-75x75.webp 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Standar-Suhu-Chiller-yang-Baik-Berdasarkan-Muatannya-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Standar suhu chiller yang baik sebenarnya berada di rentang\u00a0 0\u00b0C hingga 4\u00b0C. Pada rentang suhu tersebut, muatan tersimpan semisal makanan tetap terjaga kesegarannya dan pertumbuhan bakteri dapat dicegah.<\/p>\n<p>Kalau dilihat dari muatan yang disimpan di chiller, berikut ini daftar suhu yang direkomendasikan untuk diatur di chiller ataupun <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/cold-storage\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cold storage<\/a> supaya muatan terhindar dari pembusukan dalam waktu cepat<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Produk<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Suhu Chiller<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Daging<\/td>\n<td>(-1\u00b0C) hingga 3\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ikan<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 4\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Dairy (susu dan olahannya)<\/td>\n<td>2\u00b0C hingga 4\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Telur<\/td>\n<td>3\u00b0C hingga 10\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sayuran (sayuran hijau)<\/td>\n<td>2\u00b0C hingga 4\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kentang<\/td>\n<td>3\u00b0C hingga 6\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Buah<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 5\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bunga nontropis (tulip, bakung, dsb.)<\/td>\n<td>1\u00b0C hingga 5\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Obat-obatan<\/td>\n<td>2\u00b0C hingga 8\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/fungsi-freezer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fungsi Freezer dan Cek Perbedaannya dengan Chiller<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/suhu-cold-storage\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suhu Cold Storage Penyimpanan Beku untuk Daging hingga Ikan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/cold-room\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Info Cold Room dari Fungsi, Kapasitas, Cara Kerja, dan Harga<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/cold-storage\/susu\/\"> Tradecorp Cold Storage Untuk Penyimpanan Susu\u00a0<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong>Suhu Chiller untuk Sayuran<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8827 size-full\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran.webp\" alt=\"Suhu Chiller untuk Sayuran\" width=\"600\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran.webp 600w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran-300x300.webp 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran-150x150.webp 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran-75x75.webp 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Suhu-Chiller-untuk-Sayuran-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Dari tabel yang tersaji di atas, suhu chiller untuk sayuran yang ideal berada di rentang 2\u00b0C hingga 4\u00b0C. Penyetelan suhu dengan rentang tersebut menjaga sayuran tetap segar dan menghindarkan sayuran dari mikroorganisme yang menyebebkan sayuran rusak.<\/p>\n<p>Meskipun suhu idealnya di rentang 2\u00b0C hingga 4\u00b0C, tak semua sayuran dapat disimpan di suhu tersebut. Rupanya, terdapat sayuran yang mesti disimpan di suhu -0\u00b0C ataupun di atas 10\u00b0C.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Produk Sayuran<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Suhu<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Asparagus<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Buncis<\/td>\n<td>4\u00b0C hingga 7\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Akar bit<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Brokoli<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kubis<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Wortel<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kembang kol<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Timun<\/td>\n<td>7\u00b0C hingga 10\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Terung<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 2\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Selada<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga 1\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kentang<\/td>\n<td>1,5\u00b0C hingga 4\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><strong>Perbedaan Chiller dan Freezer<\/strong><\/h2>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Beda<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<th style=\"text-align: center;\"><strong>Chiller<\/strong><\/th>\n<th>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Freezer<\/strong><\/p>\n<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Fungsi<\/td>\n<td>Mendinginkan tanpa membekukan<\/td>\n<td>Membekukan makanan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Rentang suhu<\/td>\n<td>2\u00b0C hingga 10\u00b0C<\/td>\n<td>0\u00b0C hingga -23\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Standar HACCP<\/td>\n<td>\u2264 5\u00b0C<\/td>\n<td>\u2264-18\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Cocok untuk<\/td>\n<td>Buah, sayur, dairy, makanan siap saji<\/td>\n<td>Daging, ikan, makanan beku<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Keuntungan<\/td>\n<td>Tidak mengubah rasa dan tekstur makanan<\/td>\n<td>Menghambat bakteri dan jamur sepenuhnya<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n<h3><strong>Berapa Suhu Normal Chiller dan Freezer?<\/strong><\/h3>\n<p>Suhu normal chiller berada di rentang 0\u00b0C hingga 4\u00b0C. Suhu normal freezer berada di rentang -18\u00b0C hingga -20\u00b0C. Ini adalah rentang suhu yang paling umum digunakan untuk penyimpanan makanan secara aman.<\/p>\n<h3><strong>Berapakah Suhu Freezer untuk HACCP?<\/strong><\/h3>\n<p>Standar HACCP menetapkan suhu freezer harus \u2264-18\u00b0C. Suhu ini dipilih karena pada -18\u00b0C, pertumbuhan bakteri dan jamur terhenti sepenuhnya, sehingga makanan aman disimpan dalam jangka panjang.<\/p>\n<h3><strong>Chiller Room Suhu Berapa?<\/strong><\/h3>\n<p>Chiller room umumnya diatur pada suhu 0\u00b0C hingga 5\u00b0C. Sesuai pedoman HACCP, batas maksimal suhu chiller room adalah 5\u00b0C untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada produk makanan yang disimpan.<\/p>\n<h3><strong>Apa Saja 7 Prinsip HACCP?<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Melakukan analisis bahaya (Hazard Analysis).<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menentukan titik kendali kritis (Critical Control Points\/CCP).<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menetapkan batas kritis untuk setiap CCP.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menetapkan sistem pemantauan CCP.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menetapkan tindakan koreksi jika batas kritis terlampaui.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menetapkan prosedur verifikasi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Menetapkan sistem dokumentasi dan pencatatan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Apa yang Terjadi Jika Suhu Chiller Di Atas 5\u00b0C?<\/strong><\/h3>\n<p>Jika suhu chiller melebihi 5\u00b0C, bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, dan E. coli dapat mulai berkembang biak. Dalam konteks HACCP, kondisi ini dianggap sebagai pelanggaran batas kritis dan wajib segera dilakukan tindakan koreksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suhu chiller yang baik adalah suhu yang dapat mencegah bakteri atau mikroorganisme agar tidak berkembang biak sehingga bahan makanan, sayur, buah, dan minuman tidak mudah rusak ataupun cepat busuk. Biasanya orang-orang memfungsikan chiller untuk mendinginkan makanan dan minuman tanpa harus membekukannya. Chiller juga bekerja untuk menjaga kelembapan lebih rendah daripada refrigerator. Banyak muatan yang dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":8825,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[],"class_list":["post-8815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8815"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8815\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}