{"id":9712,"date":"2024-01-15T17:03:47","date_gmt":"2024-01-15T10:03:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blog.kontainerindonesia.co.id\/?p=9712"},"modified":"2026-03-27T15:32:50","modified_gmt":"2026-03-27T08:32:50","slug":"bangun-rumah-pracetak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/bangun-rumah-pracetak\/","title":{"rendered":"Bangun Rumah Pracetak Cepat &#038; Terjangkau, Berapa Lama?"},"content":{"rendered":"<p>Bangun rumah pracetak atau rumah precast menjadi salah satu terobosan konstruksi untuk menghadirkan hunian secara cepat dengan harga terbilang terjangkau. Salah satu rumah pracetak di Indonesia adalah Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA yang diproduksi Kementerian PUPR.<\/p>\n<p>Kementerian PUPR berinovasi dalam menciptakan rumah pracetak RISHA dengan tujuan untuk memenuhi permintaan rumah berkualitas yang terjangkau sekaligus tahan terhadap guncangan gempa. Bangunannya pun dibuat sesuai dengan standar kriteria rumah layak huni.<\/p>\n<p>Rumah pracetak adalah rumah prefabrikasi yang konstruksinya menggunakan komponen pracetak atau beton precast. Mengapa rumah pracetak masuk sebagai rumah prefab? Sebab pembangunan rumah ini menggunakan sistem knock down atau bongkar pasang.<\/p>\n<p>Pengaplikasian sistem knock down mendorong fleksibilitas pada bangunan yang mana perluasan bangunan dimungkinkan secara mudah. Fleksibiltas ini juga memungkinkan bangunan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.<\/p>\n<p>Pengaplikasian <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/expandable-modhouse-container\/apa-bangunan-sistem-knock-down\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sistem knock down<\/a> ini juga berlaku pada pembangunan rumah modular. Umumnya rumah modular memanfaatkan sandwich panel sebagai komponen dalam konstruksinya. Namun, tak jarang komponen berbasis beton pracetak atau precast dipakai untuk membangun rumah modular.<\/p>\n<h2><strong>Berapa Lama Bangun Rumah Pracetak?<\/strong><\/h2>\n<p>Sistem knock down yang diterapkan pada pembangunan rumah pracetak berpengaruh besar terhadap percepatan perakitan komponen-komponen konstruksi. Pembangunan rumah precast membutuhkan waktu 20 hari, tetapi tak jarang berlangsun selama 2 bulan. Cepat atau lamanya pembangunan bergantung pada luas dan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/expandable-modhouse-container\/desain-rumah-kontainer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">desain rumah kontainer<\/a> ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-instan-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rumah RISHA<\/a> seluas 64,8 meter persegi dari Kementerian PUPR diketahui membutuhkan waktu 9 minggu untuk selesai dibangun. Pembangunan konstruksi ini lebih cepat ketimbang pembangunan rumah konvensional.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan lamanya pembanguan rumah modular. Cepatnya pembangunan rumah modular bergantung pada luasnya bangunan dan rancangan bangunan. Bangunan modular dengan konsep minimalis lebih cepat dibangun.<\/p>\n<h2><strong>Mengapa Harga Rumah Pracetak Bisa Terjangkau?<\/strong><\/h2>\n<p>Pengerjaan rumah pracetak yang cepat dan penyerapan SDM yang tidak banyak menjadi faktor yang memengaruhi harga jual rumah prefab ini terjangkau. Dengan kata lain, efisiensi dari segi waktu pengerjaan dan kebutuhan SDM turut memengaruhi nilai jual dari bangunan prefab ini.<\/p>\n<p>Efisiensi ini juga terdapat pada penggunaan material untuk pembuatan komponen-komponen konstruksi. Pembuatan komponen-komponen ini memperhitungkan semua material yang digunakan sehingga menyisakan sedikit limbah.<\/p>\n<p>Sedikitnya limbah yang tersisa ini menjadikan rumah pracetak diberi predikat sebagai bangunan ramah lingkungan. Selain itu, apa <span data-sheets-root=\"1\" data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;bangunan semi permanen perlu imb&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:15299,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;9&quot;:0,&quot;10&quot;:0,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:-570425344},&quot;15&quot;:&quot;Calibri&quot;,&quot;16&quot;:12}\">b<a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/bangunan-semi-permanen-perlu-imb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">angunan semi permanen perlu imb<\/a>? Tidak, karena bangunan tersebut tergolong sebagai konstruksi permanen, sehingga dapat menghemat biaya yang lebih maksimal dalam hal perizinan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pilih Rumah Pracetak atau Rumah Modular?<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8364\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular.webp\" alt=\"Bentuk Rumah Minimalis Bangunan Modular\" width=\"600\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular.webp 600w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular-300x300.webp 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular-150x150.webp 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular-75x75.webp 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Bentuk-Rumah-Minimalis-Bangunan-Modular-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Rumah pracetak dan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah modular<\/a> sama-sama bangunan prefabrikasi karena keduanya menggunakan sistem knock down atau bongkar pasang dalam pengerjaan konstruksinya. <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/modhouse\/\">Baik itu memilih container house, rumah pracetak maupun rumah modular, keduanya sama-sama cepat dibangun<\/a>.<\/p>\n<p>Komponen beton pracetak pada rumah pracetak dan komponen sandwich panel pada rumah modular memiliki keunggulan masing-masing.<\/p>\n<p>Keunggulan beton pracetak atau precast untuk bangunan.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Hemat waktu dan efisien karena komponen dibuat di pabrik dan tinggal dirakit di lokasi pembangunan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kualitas bangunan terjamin sebagai hasil dari pengawasan atau quality control yang ketat serta pembuatan komponen yang mengacu pada standar yang berlaku.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Ramah lingkungan dengan menghasilkan sedikit limbah.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Biaya konstruksi dapat dihemat.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Penyerapan tenaga kerja yang sedikit.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Struktur yang solid dan stabil.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-prefabrikasi-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rumah Prefabrikasi Murah, Apa Material &amp; Keunggulannya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/dinding-panel-sandwich\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Keuntungan Dinding Panel Sandwich<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-instan-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rumah Instan Sederhana, Terbuat dari Apa &amp; Mirip Modular?<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Keunggulan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/penjelasan-sandwich-panel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sandwich panel<\/a> sebagai komponen konstruksi bangunan.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Tahan api.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan air.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Antirayap dan tikus.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan guncangan gempa.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Isolasi temperatur sehingga suhu ruangan stabil.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Mudah dikreasikan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bobotnya ringan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Pemasangan cepat dan perawatannya mudah.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Harga ekonomis.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nah, tinggal diputuskan dari keunggulan-keunggulan di atas, mana kira-kira yang masuk kriteria. Jika tertarik ingin memiliki rumah <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">modular<\/a>, Tradecorp Indonesia menyediakan beragam pilihan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/rumah-kontainer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jual rumah kontainer<\/a> yang cocok dijadikan hunian, mulai dari <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/product\/modbox\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ModBox atau modular box<\/a>, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/flatpack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ModPack atau modular flatpack<\/a>, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/khouse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ModMulti atau ModMulti K-House<\/a>, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/product\/modsnap-standar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ModSnap atau Modular Snap<\/a>, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/expandable-modhouse-container\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ModHouse atau Modular House<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/rakita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rakita<\/a>.<\/p>\n<p>Cari tahu informasi lengkapnya dengan klik link-link tersebut dan dapatkan penawaran <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-portable\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah portable<\/a> yang menarik dengan mengisi formulir online yang tersedia di halaman KontainerIndonesia.co.id.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bangun rumah pracetak atau rumah precast menjadi salah satu terobosan konstruksi untuk menghadirkan hunian secara cepat dengan harga terbilang terjangkau. Salah satu rumah pracetak di Indonesia adalah Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA yang diproduksi Kementerian PUPR. Kementerian PUPR berinovasi dalam menciptakan rumah pracetak RISHA dengan tujuan untuk memenuhi permintaan rumah berkualitas yang terjangkau sekaligus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":9656,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[],"class_list":["post-9712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9712"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21934,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9712\/revisions\/21934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}