{"id":9724,"date":"2024-01-16T14:21:03","date_gmt":"2024-01-16T07:21:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.blog.kontainerindonesia.co.id\/?p=9724"},"modified":"2026-03-26T13:16:17","modified_gmt":"2026-03-26T06:16:17","slug":"rumah-grc-tahan-berapa-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-grc-tahan-berapa-lama\/","title":{"rendered":"Rumah GRC Tahan Berapa Lama? Cek Durasi &#038; Kelebihannya"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/\">Pertanyaan rumah GRC tahan berapa lama menjadi pertanyaan yang cukup sering diajukan orang-orang yang punya rencana untuk membeli rumah prefabrikasi modular<\/a>. Rumah prefabrikasi modular umumnya menggunakan komponen sandwich panel. Namun, inovasi konstruksi berkembang dan memunculkan bangunan modular yang memanfaatkan GRC board.<\/p>\n<p>Glass-Reinforced Concrete board atau GRC board adalah komponen bangunan yang terbuat dari campuran semen dan fiber (serat) kaca. Komponen konstruksi ini dikenal sebagai komponen yang praktis, kuat, dan tahan cuaca.<\/p>\n<p>GRC board bersama rangka aluminium, PVC, atau bingkai lainnya dapat terhubung dalam sistem koneksi sambungan konstruksi bangunan. GRC board memiliki beberapa keunggulan.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Bobotnya ringan sehingga memudahkannya untuk ditangani dan diangkut.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kuat dengan rasio kekuatan terhadap berat yang lebih baik dibandingkan material lainnya.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan terhadap cuaca ekstrem, rayap, dan jamur.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan api dan tidak mudah terbakar.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Minim perawatan dan bebas dari korosi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Dapat dibentuk menyesuaikan dengan desain konstruksi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan benturan karena tak rentan rapuh.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan air atau waterproof walaupun tidak terlalu tebal.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span data-sheets-root=\"1\" data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;apakah bangunan semi permanen perlu imb&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:15299,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;9&quot;:0,&quot;10&quot;:0,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:-570425344},&quot;15&quot;:&quot;Calibri&quot;,&quot;16&quot;:12}\"><a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/bangunan-semi-permanen-perlu-imb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apakah bangunan semi permanen perlu imb<\/a>? Tidak, bangunan rumah GRC ataupun Sandwich Panel tidak memerlukan Izin Mendirikan Bangunan karena tergolong sebagai bangunan sementara.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rumah GRC Tahan Berapa Lama?<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8570\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess.webp\" alt=\"ModPack menjadi fasilitas mess\" width=\"600\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess.webp 600w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess-300x300.webp 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess-150x150.webp 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess-75x75.webp 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModPack-menjadi-fasilitas-mess-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Rumah GRC diklaim dapat bertahan hingga 25 tahun. Lamanya ketahanan ini mengacu pada ketahanan GRC board yang digunakan sebagai komponen bangunan.<\/p>\n<p>Terbentuk dari campuran semen dan serat kaca, GRC menjadi tahan terhadap air, api, serta benturan dan tak gampang patah. Ketahanannya tersebut sampai membuatnya mampu bertahan dari angin dan guncangan gempa. <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/dinding-grc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">GRC board<\/a> juga teruji tahan dari serangan rayap, pelapukan, jamur, hingga kelembapan.<\/p>\n<h2><strong>Kelebihan Rumah GRC<\/strong><\/h2>\n<p>Rumah GRC menawarkan beberapa kelebihan dibandingkan rumah konvensional.<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Tahan terhadap air atau waterproof, baik saat cuaca lembap maupun terkena air secara langsung.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Dapat bertahan dari jilatan api.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bertahan dari beragam kondisi cuaca, termasuk cuaca dingin.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan terhadap rayap dan jamur.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bisa meredam suara dengan baik.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Pemasangannya sebagai komponen terbilang mudah dan cepat.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kokoh dan bisa bertahan dalam waktu yang lama.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Bobotnya ringan.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Lentur dan mudah untuk dibentuk sesuai dengan desain konstruksi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki permukaan yang halus.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Apakah Rumah Sandwich Panel Sama Baiknya dengan Rumah GRC?<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8573\" src=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek.webp\" alt=\"ModHouse Tempat Tinggal Eksklusif di Lokasi Proyek\" width=\"600\" height=\"600\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek.webp 600w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek-300x300.webp 300w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek-150x150.webp 150w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek-75x75.webp 75w, https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/ModHouse-Tempat-Tinggal-Eksklusif-di-Lokasi-Proyek-350x350.webp 350w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Baik itu rumah <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/dinding-panel-sandwich\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sandwich panel<\/a> maupun <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumah GRC<\/a>, kedua model bangunan tersebut sama-sama dibangun dengan mengaplikasikan sistem konstruksi knock down atau <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/modular\/rumah-bongkar-pasang-dari-besi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bongkar pasang rumah<\/a>. Bedanya, rumah sandwich panel memanfaatkan sandwich panel sebagai komponen, sedangkan rumah GRC menggunakan GRC board.<\/p>\n<p>Panel sandwich jelas punya perbedaan dengan panel dari GRC board. Berikut ini sejumlah perbedaannya.<\/p>\n<h3><strong>Sandwich Panel<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Strukturnya terdiri dari tiga lapis dengan lapisan tengahnya menjadi insulasi peredam panas dan suara.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Instalasinya mudah.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan lama dan perawatannya minim.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Harga jualnya tergolong ekonomis.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Sandwich panel termasuk insulasi termal yang baik.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan terhadap api atau fire resistance.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Kedap udara dan air.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Dapat menciptakan suasana ruangan yang bebas dari bising.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Ramah lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/bangun-rumah-pracetak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangun Rumah Pracetak Cepat &amp; Terjangkau, Berapa Lama?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/rumah-prefabrikasi-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rumah Prefabrikasi Murah, Apa Material &amp; Keunggulannya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/dinding-panel-sandwich\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Keuntungan Dinding Panel Sandwich<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>GRC Board<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">Strukturnya terdiri dari semen dan serat kaca yang dicampur menjadi satu.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Praktis, kuat, dan tahan terhadap cuaca<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Tahan lama karena serat kaca tak gampang rapuh oleh korosi.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Memiliki resistansi di berbagai kondisi cuaca.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Waterproof atau tahan terhadap air walaupun tidak terlalu tebal.<\/li>\n<li aria-level=\"1\">Punya ketaanan terhadap api.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari perbandingan karakteristik di atas, <a href=\"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/konstruksi-light-gauge-steel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jual rangka baja<\/a> dan keduanya jelas-jelas memiliki keunggulan yang mirip-mirip sehingga mana pun yang dipilih masih layak untuk dijadikan rumah prefabrikasi.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi tim kami dengan mengisi formulir online yang tersedia di halaman KontainerIndonesia.co.id sekaligus mendapatkan penawaran terbaik dari kami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan rumah GRC tahan berapa lama menjadi pertanyaan yang cukup sering diajukan orang-orang yang punya rencana untuk membeli rumah prefabrikasi modular. Rumah prefabrikasi modular umumnya menggunakan komponen sandwich panel. Namun, inovasi konstruksi berkembang dan memunculkan bangunan modular yang memanfaatkan GRC board. Glass-Reinforced Concrete board atau GRC board adalah komponen bangunan yang terbuat dari campuran semen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":9726,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"2","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[],"class_list":["post-9724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21754,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9724\/revisions\/21754"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kontainerindonesia.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}