Tradecorp Container
  • Info Container
  • Produk Kami
    • Reefer Container
    • Direksi Keet
    • ModBox
    • Bangunan Modular
    • Office Container
    • Portacamp
    • Offshore DNV
    • Rumah Kontainer
  • Referensi
  • Layanan Kami
    • Jual Container
    • Sewa Container
    • Modifikasi Container
  • Lainnya
    • Kontak Kami
    • Daftar Isi
    • Dapatkan Penawaran
No Result
View All Result
Get A Quote
  • Info Container
  • Produk Kami
    • Reefer Container
    • Direksi Keet
    • ModBox
    • Bangunan Modular
    • Office Container
    • Portacamp
    • Offshore DNV
    • Rumah Kontainer
  • Referensi
  • Layanan Kami
    • Jual Container
    • Sewa Container
    • Modifikasi Container
  • Lainnya
    • Kontak Kami
    • Daftar Isi
    • Dapatkan Penawaran
No Result
View All Result
Get A Quote
Tradecorp Blog
No Result
View All Result

9 Kelas Barang Berbahaya Sesuai IMDG Code & Jenis ISO Tank?

Boby Chandro by Boby Chandro
Last Updated: Maret 6, 2026
in Umum
| English English
Kelas Barang Berbahaya Sesuai IMDG Code

Ringkasan

  • IMDG Code adalah standar global wajib yang ditetapkan oleh IMO untuk mengatur pengangkutan barang berbahaya melalui laut, berlaku sejak tahun 2004.
  • Terdapat 9 kelas resmi: Bahan Peledak, Gas, Cairan Mudah Terbakar, Padatan Mudah Terbakar, Bahan Oksidasi & Peroksida Organik, Bahan Beracun & Infeksius, Bahan Radioaktif, Bahan Korosif, dan Barang Berbahaya Beragam.
  • Kelas 6 memiliki dua divisi: 6.1 (Beracun) dan 6.2 (Infeksius). Keduanya adalah divisi dalam satu kelas, bukan dua kelas terpisah.
  • Kelas 9 mencakup barang yang tidak masuk kelas lain tetapi tetap berisiko, seperti baterai lithium dan dry ice.
  • Setiap barang berbahaya wajib memiliki UN Number dan disertai dokumen DGD, Packing Certificate, serta MSDS.
  • Setiap kelas membutuhkan jenis ISO Tank yang spesifik. Satu jenis tank tidak bisa digunakan untuk semua kelas.

Terdapat 9 kelas barang berbahaya sesuai IMDG Code yang diklasifikasikan berdasarkan sifat dan tingkat risikonya. Berikut ini adalah daftar lengkapnya:

Kelas

Nama Bahasa Indonesia

Nama Bahasa Inggris

Kelas 1 Bahan Peledak Explosives
Kelas 2 Gas Gases
Kelas 3 Cairan Mudah Terbakar Flammable Liquids
Kelas 4 Padatan Mudah Terbakar Flammable Solids
Kelas 5 Bahan Oksidasi & Peroksida Organik Oxidizing Substances & Organic Peroxides
Kelas 6 Bahan Beracun & Infeksius Toxic & Infectious Substances
Kelas 7 Bahan Radioaktif Radioactive Materials
Kelas 8 Bahan Korosif Corrosive Substances
Kelas 9 Barang Berbahaya Beragam Miscellaneous Dangerous Goods

Daftar isi

  • 1 Apa Itu IMDG Code?
  • 2 Apa Tujuan dari IMDG Code?
  • 3 Kelas 1: Bahan Peledak (Explosives)
  • 4 Kelas 2: Gas (Gases)
  • 5 Kelas 3: Cairan Mudah Terbakar (Flammable Liquids)
  • 6 Kelas 4: Padatan Mudah Terbakar (Flammable Solids)
  • 7 Kelas 5: Bahan Oksidasi & Peroksida Organik (Oxidizing Substances & Organic Peroxides)
  • 8 Kelas 6: Bahan Beracun & Infeksius (Toxic & Infectious Substances)
  • 9 Kelas 7: Bahan Radioaktif (Radioactive Materials)
  • 10 Kelas 8: Bahan Korosif (Corrosive Substances)
  • 11 Kelas 9: Barang Berbahaya Beragam (Miscellaneous Dangerous Goods)
  • 12 Jenis ISO Tank Container Berdasarkan Kelas Barang Berbahaya
  • 13 FAQ

Apa Itu IMDG Code?

International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code adalah pedoman internasional yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) untuk mengatur pengangkutan barang berbahaya melalui jalur laut secara aman.

IMDG Code pertama kali diperkenalkan pada tahun 1965 dan telah menjadi standar wajib (mandatory) di bawah Konvensi SOLAS sejak 1 Januari 2004. Kode ini diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan jenis barang berbahaya yang terus berkembang.

Kontainer ISO Tank Terbaik untuk Barang Berbahaya

Cek Produk ISO Tank

Apa Tujuan dari IMDG Code?

IMDG Code dirancang untuk mencapai empat tujuan utama:

  • Keselamatan pengangkutan: melindungi awak kapal, kapal, dan pelabuhan dari risiko barang berbahaya.
  • Perlindungan lingkungan laut: mencegah pencemaran dan kerusakan ekosistem laut.
  • Kelancaran pergerakan barang: memberikan standar seragam agar barang berbahaya bisa diangkut lintas negara tanpa hambatan.
  • Perlindungan kru dan pihak terkait: memastikan semua pihak dalam rantai logistik terlindungi.

Kelas 1: Bahan Peledak (Explosives)

Bahan Peledak dan Jenis-Jenisnya

Bahan peledak adalah barang berbahaya yang dapat menghasilkan ledakan akibat terpapar panas, goncangan, atau gesekan. Pengangkutannya membutuhkan material pengemas yang kuat, tahan lama, dan memenuhi standar ketat IMDG.

Kelas 1 dibagi menjadi 6 divisi berdasarkan jenis bahaya:

Divisi

Karakteristik Bahaya

Contoh

1.1 Bahaya ledakan massal Dinamit, TNT, RDX, PETN
1.2 Bahaya proyeksi (tanpa ledakan massal) Amunisi bersenjata, kembang api besar
1.3 Bahaya kebakaran (tanpa ledakan massal) Amunisi tanpa muatan, detonator
1.4 Bahaya minimal atau tidak signifikan Kembang api kecil, korek api aman, inflator airbag
1.5 Zat sangat tidak peka dengan bahaya ledakan massal Propelan berbasis nitroguanidin
1.6 Benda sangat tidak peka tanpa bahaya ledakan massal Beberapa jenis perangkat peledak khusus

Kelas 2: Gas (Gases)

Gas adalah kelas 2 barang berbahaya dalam IMDG Code yang mencakup semua jenis gas yang dikemas dalam bentuk terkompresi, dicairkan (liquefied), maupun dilarutkan (dissolved) di bawah tekanan. Bahaya utama gas meliputi mudah terbakar, toksisitas, dan risiko asfiksiasi akibat mendesak oksigen di udara.

Kelas 2 dibagi menjadi 3 divisi:

  • Divisi 2.1 (Gas mudah terbakar): Propana, butana, LPG, hidrogen
  • Divisi 2.2 (Gas tidak mudah terbakar & tidak toksik): Oksigen, nitrogen, karbon dioksida, helium, argon
  • Divisi 2.3 (Gas toksik): Klorin, amonia, karbon monoksida

Baca Juga: Apa Itu Dangerous Goods? 9 Klasifikasi & Cara Membawanya!

Kelas 3: Cairan Mudah Terbakar (Flammable Liquids)

Cairan Mudah Terbakar

Cairan mudah terbakar adalah cairan dengan titik nyala tidak lebih dari 60°C yang mudah menyulut api. Kelas ini termasuk salah satu yang paling umum diangkut dalam perdagangan internasional.

Contoh cairan mudah terbakar yang umum:

  • Bensin, solar, kerosin (bahan bakar)
  • Aseton, toluen, xilena, heksana (pelarut industri)
  • Etanol, metanol, butanol (alkohol industri)

Kelas 4: Padatan Mudah Terbakar (Flammable Solids)

Label Padatan Mudah Terbakar

Padatan mudah terbakar adalah zat padat yang rentan terbakar, bereaksi secara spontan, atau menghasilkan gas mudah terbakar saat bersentuhan dengan air. Kelas 4 dibagi menjadi 3 divisi yang perlu Anda pahami perbedaannya:

Divisi

Jenis Bahaya

Contoh

4.1 Padatan mudah terbakar Serbuk aluminium, batu bara, film seluloid, serbuk magnesium, korek api
4.2 Zat rentan terbakar spontan (spontaneous combustion) Fosfor putih, arang aktif, minyak sayur beroksidasi
4.3 Zat yang bereaksi dengan air menghasilkan gas mudah terbakar Natrium kering, kalium kering, kalsium karbida, zirkonium kering

Baca Juga: Sewa ISO Tank Container untuk Likuid & Gas, Cek Harganya!

Kelas 5: Bahan Oksidasi & Peroksida Organik (Oxidizing Substances & Organic Peroxides)

Bahan oksidasi dan peroksida organik adalah zat yang dapat menyebabkan atau mempercepat terjadinya kebakaran dengan melepaskan oksigen, bahkan tanpa sumber api dari luar.

Kelas 5 terbagi menjadi 2 divisi:

Divisi 5.1 (Zat Pengoksidasi/Oxidizing Agents)

Zat yang melepaskan oksigen dan memperbesar intensitas kebakaran jika bereaksi dengan bahan mudah terbakar. Contoh: Natrium klorat, larutan hidrogen peroksida, amonium nitrat.

Divisi 5.2 (Peroksida Organik/Organic Peroxides)

Zat yang mampu beroksidasi dengan sendirinya dan berpotensi mengalami reaksi eksotermis pada suhu normal. Contoh: Benzoyl peroxide, cumene hydroperoxide, di-tert-butyl peroxide.

Kelas 6: Bahan Beracun & Infeksius (Toxic & Infectious Substances)

Contoh Bahan Beracun

Bahan beracun dan infeksius merupakan satu kelas (Kelas 6) yang terdiri dari dua divisi, bukan dua kelas terpisah. Ini adalah salah satu kelas yang paling kompleks dalam IMDG Code.

Divisi 6.1 (Bahan Beracun/Toxic Substances)

Zat yang dapat menyebabkan kematian atau kerusakan kesehatan yang serius, bahkan dalam paparan konsentrasi rendah, baik melalui inhalasi, tertelan, maupun kontak kulit.

Contoh:

  • Hidrogen sianida
  • Kloroform
  • Senyawa merkuri (merkuri klorida)
  • Pestisida, arsen triklorida, metanol, benzena

Divisi 6.2 (Bahan Infeksius/Infectious Substances)

Bahan yang mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, atau jamur) yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia atau hewan.

Contoh:

  • Kultur bakteri tuberkulosis dan mikroorganisme patogen lainnya
  • Spesimen diagnostik (sampel darah untuk pengujian penyakit)
  • Vaksin dengan kandungan patogen hidup
  • Bakteri yang dimodifikasi untuk riset
  • Toksin botulinum
  • Limbah medis dengan kandungan bahan infeksius
  • Bangkai hewan yang terinfeksi penyakit menular

Baca Juga: LNG ISO Tank Container: Kegunaan dan Spesifikasinya

Kelas 7: Bahan Radioaktif (Radioactive Materials)

Bahan radioaktif adalah zat yang memancarkan radiasi ionisasi yang berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Pengangkutannya diatur secara sangat ketat dengan persyaratan pengemasan, pelabelan, dan dokumentasi khusus.

Contoh bahan radioaktif yang umum diangkut:

  • Uranium hexafluoride dan Thorium (industri nuklir).
  • Plutonium dan Neptunium (material nuklir).
  • Teknesium-99m, Americium-241, Cesium-137 (medis & penelitian).
  • Californium-252 (industri & riset).
  • Bahan nuklir yang teradiasi dan limbah radioaktif.

Kelas 8: Bahan Korosif (Corrosive Substances)

Bahan korosif adalah zat yang dapat menimbulkan kerusakan parah pada jaringan hidup (kulit, mata, selaput lendir), kargo lain, maupun sarana transportasi melalui reaksi kimia.

Contoh bahan korosif yang sering diangkut:

  • Asam kuat: Asam sulfat, asam klorida, asam nitrat.
  • Basa kuat: Natrium hidroksida (soda api).

Kelas 9: Barang Berbahaya Beragam (Miscellaneous Dangerous Goods)

Bahan Korosif Simbol

Barang berbahaya beragam adalah kelas yang mencakup semua zat, bahan, atau benda yang menimbulkan bahaya selama pengangkutan, namun tidak termasuk dalam delapan kelas sebelumnya. Kelas ini sering kali terabaikan, padahal ia adalah salah satu dari 9 kelas resmi IMDG Code yang wajib dipatuhi.

Contoh barang berbahaya kelas 9:

  • Baterai lithium (risiko kebakaran dan ledakan).
  • Dry ice/Es kering (risiko asfiksiasi akibat pelepasan CO₂).
  • Kendaraan bermotor yang mengandung bahan bakar.
  • Bahan magnetik yang dapat mengganggu instrumen navigasi.
  • Bahan kimia ramah lingkungan yang tetap berisiko selama pengangkutan.
  • Polutan laut yang diklasifikasikan sebagai berbahaya untuk ekosistem.

Jenis ISO Tank Container Berdasarkan Kelas Barang Berbahaya

20' T11 ISO TANK CONTAINER TRADECORP

Setelah memahami 9 kelas barang berbahaya, langkah berikutnya adalah memilih ISO Tank Container yang tepat untuk pengangkutan. ISO Tank Container adalah portable tank berstandar internasional yang dirancang khusus untuk mengangkut muatan berbahaya dengan aman.

Spesifikasi Umum ISO Tank Container

  • Material: Stainless steel, carbon steel, atau material komposit
  • Bingkai: Baja berstandar ISO
  • Kapasitas: 14.000 hingga 36.000 liter
  • Fitur tambahan: Lapisan insulasi dan lapisan luar pelindung

Panduan Pemilihan Portable Tank per Kelas Barang Berbahaya

Jenis Tank

Peruntukan

T1 hingga T22 Kelas 1, 3, 4, 5, 6, 8, 9 (cairan & padatan berbahaya, kecuali kelas 7)
T23 Kelas 4.1 (padatan mudah terbakar) dan Kelas 5.2 (peroksida organik)
T50 Gas cair non-refrigerated dan bahan kimia bertekanan
T75 Gas cair refrigerated (refrigerated liquefied gases) dan bahan kimia bertekanan

Cari tahu informasi lebih detail dan rekomendasi ISO tank container yang ideal untuk pengangkutan kargo Anda dengan mengisi formulir online yang tersedia di halaman KontainerIndonesia.co.id.

Kontainer ISO Tank Terbaik untuk Barang Berbahaya

Cek Produk ISO Tank

FAQ

Berapa Jumlah Kelas Barang Berbahaya Menurut IMDG Code?

Terdapat 9 kelas barang berbahaya menurut IMDG Code, yaitu: Kelas 1 (Bahan Peledak), Kelas 2 (Gas), Kelas 3 (Cairan Mudah Terbakar), Kelas 4 (Padatan Mudah Terbakar), Kelas 5 (Bahan Oksidasi & Peroksida Organik), Kelas 6 (Bahan Beracun & Infeksius), Kelas 7 (Bahan Radioaktif), Kelas 8 (Bahan Korosif), dan Kelas 9 (Barang Berbahaya Beragam).

Apa Perbedaan Kelas 6.1 dan Kelas 6.2 dalam IMDG Code?

Kelas 6.1 adalah Toxic Substances (bahan beracun) yang dapat menyebabkan kematian atau kerusakan kesehatan melalui paparan kimia. Sedangkan Kelas 6.2 adalah Infectious Substances (bahan infeksius) yang mengandung patogen penyebab penyakit. Keduanya adalah divisi dalam satu kelas (Kelas 6), bukan dua kelas yang terpisah.

Apa yang Termasuk Barang Berbahaya Kelas 9 IMDG?

Kelas 9 mencakup barang berbahaya yang tidak masuk dalam 8 kelas lainnya, namun tetap menimbulkan risiko selama pengangkutan. Contohnya adalah baterai lithium, dry ice (es kering), kendaraan bermotor berisi bahan bakar, bahan magnetis, dan beberapa polutan laut.

Apakah Baterai Lithium Termasuk Barang Berbahaya?

Ya. Baterai lithium termasuk barang berbahaya Kelas 9 menurut IMDG Code karena dapat mengalami thermal runaway (reaksi panas tidak terkendali) yang berujung pada kebakaran atau ledakan jika rusak, terhubung singkat, atau salah dikemas. Pengirimannya memerlukan pengemasan dan dokumentasi khusus.

Dokumen Apa Saja yang Wajib Ada Saat Mengangkut Barang Berbahaya?

Setiap pengiriman barang berbahaya wajib disertai dengan dokumen berikut:

  • Dangerous Goods Declaration (DGD): pernyataan jenis dan jumlah barang berbahaya
  • Packing Certificate: sertifikat bahwa barang dikemas sesuai standar IMDG
  • MSDS (Material Safety Data Sheet): lembar data keselamatan bahan
  • UN Number: kode identifikasi internasional untuk setiap jenis barang berbahaya

Apa Itu UN Number dalam IMDG Code?

UN Number adalah kode identifikasi 4 digit yang ditetapkan oleh PBB untuk setiap jenis barang berbahaya. Kode ini wajib tercantum pada kemasan dan dokumen pengiriman untuk memudahkan identifikasi barang berbahaya oleh semua pihak, termasuk tim darurat dalam situasi kecelakaan.

Jenis ISO Tank Apa yang Digunakan untuk Bahan Radioaktif (Kelas 7)?

Bahan radioaktif (Kelas 7) tidak diangkut menggunakan portable tank T1 hingga T22 yang umum digunakan. Pengangkutan bahan radioaktif memerlukan kemasan dan kontainer yang memenuhi standar khusus radiasi internasional yang diatur oleh IAEA (International Atomic Energy Agency) dan IMO.

Bagaimana Cara Mengetahui Kelas Barang Berbahaya Suatu Produk?

Untuk mengetahui kelas barang berbahaya suatu produk, Anda bisa memeriksa MSDS (Material Safety Data Sheet) atau SDS (Safety Data Sheet) produk tersebut. MSDS akan mencantumkan kelas bahaya, UN Number, dan persyaratan pengangkutannya sesuai IMDG Code.

Previous Post

Ekspor Singkong: Potensi, Tantangan & 4 Tipsnya

Next Post

Ekspor Sarang Burung Walet Kian Top, Cek 4 Negara Tujuannya!

Boby Chandro

Boby Chandro

Boby adalah penulis di PT Tradecorp Indonesia yang membantu audiens dalam menemukan dan memilih produk dan jasa yang tepat untuk kebutuhan logistik, tambang, konstruksi, komersial, dan operasional. Lewat tulisan-tulisannya, Boby memandu audiens untuk memahami shipping container, kontainer offshore DNV, ISO tank container, kontainer modifikasi, bangunan prefabrikasi modular, dan konstruksi light gauge steel.

Related Posts

Sistem Penyimpanan Barang di Pelabuhan Jenis dan Tantangan
Umum

Sistem Penyimpanan Barang di Pelabuhan: Jenis dan Tantangan

by Stefani
Maret 19, 2025

Pelabuhan merupakan titik vital dalam rantai logistik global yang berfungsi sebagai pusat transit dan distribusi barang sebelum dikirim ke tujuan...

Read moreDetails
steel material

Steel Material: Karakteristik, Fungsi, dan 4 Tipenya

Oktober 30, 2024
Asam Nitrat

Asam Nitrat: Cek Kegunaannya dan Tangki Penyimpanannya

Oktober 11, 2024
Truk Odol Adalah Peraturan dan Resiko yang Berbahaya

Truk Odol Adalah: Peraturan dan Resiko yang Berbahaya

Oktober 9, 2024
Arti Departed From Transit, 5 Fungsi, dan Estimasi Waktu

Arti Departed From Transit, 5 Fungsi, dan Estimasi Waktu

Desember 31, 2025
Butuh Kontainer atau Bangunan Modular?
Konsultasikan kebutuhan proyek Anda dengan tim kami.
Gratis konsultasi & penawaran.

Test Form

INFORMASI PERSONAL

tradecorp indonesia blog

Tradecorp Indonesia adalah perusahaan internasional di Indonesia sejak 2014 yang memenuhi kebutuhan operasional bisnis dan proyek lapangan dengan menyediakan shipping container, kontainer offshore DNV, ISO tank container, kontainer modifikasi, bangunan prefabrikasi modular, dan konstruksi light gauge steel.

© 2025 PT. Tradecorp Indonesia

PT. Tradecorp Indonesia

Alamat: Jl. Rorotan Babek TNI No.2-3, RW.6, Cakung Tim, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13910

No.Telepon: +6221-5031-1007 / +6221-2294-6966
Email: enquiries@tradecorp.co.id

No Result
View All Result
  • Info Container
  • Produk Kami
    • Reefer Container
    • Direksi Keet
    • ModBox
    • Bangunan Modular
    • Office Container
    • Portacamp
    • Offshore DNV
    • Rumah Kontainer
  • Referensi
  • Layanan Kami
    • Jual Container
    • Sewa Container
    • Modifikasi Container
  • Lainnya
    • Kontak Kami
    • Daftar Isi
    • Dapatkan Penawaran

© 2024 PT. Tradecorp Indonesia