Rumah Tahan Gempa: Simak Desain dan 4 Tips Membangunnya

Rumah tahan gempa sangat ideal dibangun di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Indonesia masuk dalam salah satu negara yang cukup rawan akan aktivitas gempa dan gunung meletus. Hal ini dikarenakan geografis Indonesia terletak ditengah Cincin Api Pasifik yang merupakan jalur gempa bumi dan letusan gunung aktif.

Konstruksi bangunan rumah tahan gempa merupakan perencanaan yang tepat jika Anda hendak menghadirkan hunian di Indonesia. Gempa secara langsung tidak menyebabkan korban jiwa, akan tetapi dampak gempa seperti bangunan runtuh menyebabkan orang terluka. 

Bagi Anda yang sedang mencari kontainer kantor, cafe container, hingga ragam jenis bangunan modular, dapatkan informasi lebih lanjut dari Tradecorp indonesia. 

Pengertian Rumah Tahan Gempa

tips bangun rumah tahan gempa Sumber : Pinterest[/caption]

Rumah tahan gempa merupakan konstruksi yang dibangun dengan perencanaan keamanan dan kekuatan struktur. Hal ini bertujuan agar rumah dapat kokoh berdiri ketika terjadi gempa. Pada dasarnya, rumah tahan gempa tidak mengartikan bahwa hunian dapat menolak efek gempa, akan tetapi dapat mengurangi resiko kerusakan bangunan. 

Rumah tahan gempa memiliki prinsip dasar yang menjadi tumpuan, yaitu:

  • Struktur bangunan simetris serta sederhana
  • Ukuran tinggi bangunan tidak lebih dari empat kali lebar rumah
  • Berat bangunan ringan
  • Bangunan memiliki pondasi yang kuat

Terdapat beberapa tolak ukur rumah tahan gempa, yaitu bila terkena gempa bumi dengan skala minor maka bangunan tidak mengalami kerusakan. Sedangkan, untuk skala gempa bumi sedang, bangunan dapat mengalami kerusakan, namun hanya pada elemen kecil dan non struktural. Selanjutnya, bangunan akan mengalami kerusakan tetapi dapat diperbaiki dan berfungsi kembali. 

Baca Juga: Mengenal 7 Jenis Rumah dengan Tujuan dan Fungsinya

4 Tips Membangun Rumah Tahan Gempa

Bencana alam gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan tidak dapat dihindari. Membuat perencanaan rumah tahan gempa memberikan Anda sejumlah keuntungan seperti rasa aman dan nyaman, serta meminimalisirkan kerusakan bangunan akibat gempa. 

Rumah masih dapat diperbaiki apabila menerapkan pembangunan tahan gempa, karena kerusakan tidak parah. Ada beberapa tips ketika membangun rumah tahan gempa, yaitu: 

1. Menentukan Pondasi yang Tepat

Pondasi merupakan struktur utama yang menentukan bangunan tetap berdiri kokoh ketika gempa melanda. Pondasi yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan struktur bantalan atas yang memisahkan konstruksi dengan tanah. Ketika bantalan bergerak, bangunan akan tetap diam 

Opsi lainnya yaitu pelat pondasi padat menggunakan beton bertulang dan potongan berbentuk selang-seling di atas bantalan pasir. Jenis pondasi ini membangun jarak antara tanah dengan dasar bangunan.

2. Sistem Drainase Rumah Tahan Gempa

Sistem drainase adalah saluran air gempa untuk mencegah likuifaksi dengan menampung air yang keluar ketika gempa terjadi. Guncangan tersebut dapat menyebabkan likuifaksi yang membuat rumah menjadi tenggelam atau bergerak ke satu arah dan pipa limbah naik ke tanah.

3. Gunakan Fitur Peredam Seismik

Fitur ini dapat meredam guncangan ketika gempa terjadi. Cara kerja peredam seismik yaitu dengan menyerap energi destruktif, sehingga dapat melindungi bangunan. Bila diameter peredam semakin besar, maka semakin besar pula kemampuannya.

4. Kualitas Material yang Baik

Suatu material dapat memungkinan deformasi plastis sebelum gagal berkesinambungan dengan daktilitas yang merupakan gambaran seberapa baik sebuah material. Salah satu contohnya yaitu baja struktural yang merupakan material ulet dan batu bata atau beton tergolong dalam material yang memiliki daktilitas rendah. 

Baca Juga: 3 Tipe Rumah Prefab Kekinian yang Anti Ribet dan Praktis

Desain Rumah Tahan Gempa

Ada beberapa desain rumah tahan gempa yang unik namun tetap mengutamakan kenyamanan penghuni. 

1. Rumah Teletubbies

Bentuk rumah ini cukup unik dan menyerupai rumah teletubbies. Jenis rumah ini juga dikenal dengan sebutan “dome”. Hunian ini banyak dibangun di daerah Sleman, Yogyakarta. Rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal warga yang terkena gempa pada tahun 2006. 

2. Rumah Modular

Konstruksi modular adalah jenis hunian selanjutnya yang dapat Anda pertimbangkan sebagai rumah tahan gempa. Sistem modular merupakan jenis konstruksi yang terdiri dari beberapa modul disatukan dengan sistem prefabrikasi.

Rumah modular umumnya menggunakan material rangka baja ringan dan dinding sandwich panel. Penggunaan material ini mendukung unit hunian dapat tahan akan guncangan gempa ketimbang bahan berat seperti rumah tradisional. 

Tradecorp Indonesia adalah salah satu perusahaan kontainer yang menyediakan bangunan rumah modular container. Tersedia berbagai macam pilihan rumah prefab, rumah knockdown, rumah rakitan expandable, folding container, hingga kontainer jualan dan lain sebagainya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 

3. Rumah Panggung

Desain rumah panggung ini cukup populer sebagai jenis hunian yang tahan gempa. Di Indonesia, rumah panggung banyak digunakan sebagai hunian yang dapat meminimalkan kerusakan rumah ketika gempa. Hal ini dikarenakan bangunan tidak menempel pada tanah.

FAQ

Apakah Bahan Bangunan Ringan Tahan Gempa?

Rumah tahan gempa umumnya menggunakan material seperti bata ringan. Material lainnya yaitu meliputi baja ringan yang memiliki berat ringan dan struktur lebih fleksibel sehingga dapat mengikuti guncangan saat terjadi gempa. 

Seperti Apa Rumah Yang Tahan Gempa?

Rumah tahan gempa memiliki kriteria didirikan diatas tanah yang padat serta menggunakan pondasi yang kuat. Konstruksi dibangun dengan tingkat simetris dan mengikuti pedoman teknis rumah yang tahan gempa. 

Apa Negara Paling Rawan Gempa Di Dunia?

Negara paling rawan gempa di dunia yaitu Jepang. Letak geografi Jepang pada Cincin Api Pasifik menjadikan Negeri Sakura tersebut rawan aktivitas tektonik dan gempa bumi. Oleh sebab itu, Jepang mengembangkan teknologi pendeteksi gempa dari yang paling terkecil. 

Isi Form Berikut Dan Dapatkan Penawaran Harga Terbaik

Informasi Produk

Informasi Personal